Keajaiban Santri
Disuatu hari ada seorang santri bernama Alisha, dia adalah salah satu santri yang termasuk dari kalangan ” terpaksa masuk pondok “, karna awalnya keinginannya adalah sekolah di SMP negri. Tapi,orang tuanya tidak merestui dan akhirnya ia diberi tahu bahwa ia akan dimasukkan ke pondok. Seiring berjalannya waktu, ia tiba di pondok pesantren yang kondisinya masih terpaksa. Dihari masuk pondok itu, ia menangis kepada orang tuanya. Tapi mau bagaimana lagi,ia sudah ditakdirkan berada dipondok.
Sampai dikamarnya, banyak teman kamarnya dari berbagai daerah. Mereka saling mengenal satu sama lain dengan seiring berjalannya waktu. Mereka telah menjalankan peraturan yang ada di pesantren. Sampai suatu saat, Alisha telat sampai ke masjid hingga dimarahi oleh pengurus. “huh,aku gabetah disini! apa banget dimarahin terus!”,dumel Alisha dalam hati. Ketika sore tiba, Alisha berjalan-jalan santai bersama teman-temannya di area sekitar pondok. Banyak hal yang Alisha lakukan sebagai unjuk rasanya dengan ketidak betahannya. Tapi,seiring berjalannya waktu Alisha perlahan mulai beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Mereka mulai membiasakan untuk disiplin, pergi kemasjid tepat waktu, rajin mengaji, dan lain sebagainya. Dikelaspun mereka membiasakan untuk rajin, disiplin, sampai Alisha adalah termasuk murid yang pintar dan rajin, karna sebenarnya ia senang membaca buku.
Setiap sore mereka mengikuti kegiatan piket lingkungan sambil mengobrol dan bercanda sampai malam ketika waktu belajar malam, Alisha dan teman-temannya merencanakan untuk mengambil mangga yang ada di depan gedung sekolah. Ketika rencana mereka hampir berhasil, tiba-tiba pengurus datang dan akhirnya mereka terkena hukuman. Lalu setelah dihukum, ia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangu lagi.
Esok hari,orang tua Alisha datang menjenguk. Tapi Alisha memilih untuk pergi ke kamar untuk berpura-pura sakit didepan orang tuanya, alasannya ia masih tidak bisa menerima orang tuanya karna sudah memasukkannya ke pesantren. Esoknya ia sangat menyesal tidak menemui orang tuanya.
Tidakdisangka, esok harinya lagi ia mengajak temannya untuk kabur dengan alasan “mencairkan uang di ATM”. Setelah diberi izin, mereka nyata pergi meninggalkan pesantren, tidak lama. Sampai mereka melihat salah satu ustadz yang ada di pondoknya lewat didepan mata mereka sendiri. Akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang ke pondok saat itu juga.
Alisha bukanlah santriwati yang alim, atau apapun sebagainya. Ia cewe yang tomboi dan nakal. Sampai dia menyukai salah satu kaka kelas cowo yang ada dipondoknya. Cowo itu bernama Rasya Arasyiq, Alisha menyukainya tapi hanya bisa dalam diam saja. Lama kelamaan ia tidak terlalu begitu memikirkan tentang perasaan itu.
Semakin hari ia semakin semangat mengembangkan bakatnya. Diantaranya ia mwngikuti Pramuka, sampai ia mengikuti jambore dunia di inggris saat itu. Ia juga menjadi anak yang baik, jujur, sampai dipercayai oleh atasan-atasan pondoknya.
Tibalah hari wisuda Alisha dan teman-temannya. Tak disangka Alisha termasuk dalam wisudawan dengan yudisium/nilai terbaik disaat itu, Mummtaz. Dipondoklah kita mulai belajat terbiasa mandiri, mendapat teman dari berbagai latar belakang, yang awalnya Alisha tidak bisa menerima keadaan sampai kini ia yang sangat berhasil mencapai hasil ini.
~ATHOFUNNISA